Analisis Manajemen Risiko pada Pekerjaan Pembangunan Rumah Negara Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Gorontalo
Keywords:
Risiko Teknis, Manajemen Risiko, Pembangunan Konstruksi, Rumah NegaraAbstract
Pelaksanaan proyek pembangunan konstruksi, seringkali muncul berbagai hambatan yang disebabkan oleh risiko yang terjadi, yang pada akhirnya mempengaruhi pencapaian kinerja, kualitas, dan hasil pekerjaan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko teknis yang paling dominan selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan untuk memahami penerapan manajemen risiko dalam proyek konstruksi. Penelitian ini mencakup identifikasi risiko, analisis risiko, dan respons terhadap risiko pada Pekerjaan Pembangunan Rumah Negara Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Snowball Sampling dan Skala Likert, di mana sampel diambil secara berantai di lapangan untuk mengetahui frekuensi, dampak risiko, serta tindakan yang diambil terkait faktor risiko oleh konsultan dan kontraktor pengawas/manajemen konstruksi. Penilaian ranking dari kuesioner faktor risiko dan tindakan terhadap faktor risiko dilakukan menggunakan Metode Probability Impact Matrix (PIM). Berdasarkan analisis data yang dilakukan, ditemukan lima variabel faktor risiko, lima variabel dampak risiko, dan lima variabel tindakan yang menggambarkan seberapa sering tindakan tersebut dilaksanakan dan lima variabel seberapa besar dampak yang ditimbulkan apabila tindakan tersebut diterapkan. Faktor yang paling mempengaruhi pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Rumah Negara Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) adalah terkait dengan ketersediaan material dan peralatan yang sering terjadi seperti pemesanan material yang terlambat serta seringnya kehilangan material di lapangan, kesalahan dalam konstruksi yang berkaitan dengan mutu beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi, kesalahan dalam desain, serta desain yang tidak lengkap.

